Interview Guide: Teknik Industri
Pertanyaan spesifik buat lo yang lamar posisi IE — PPIC, QC, Production, Process Engineer, Supply Chain.
Beda Interview IE
Interview IE bukan cuma "ceritain diri lo." Ada pertanyaan teknis yang butuh pengetahuan domain. Lo harus tau:
- Konsep IE (lean, six sigma, quality)
- Tools (Excel, SAP, Minitab)
- Cara mikir (data → analisis → solusi)
Kalau lo nggak tau jawabannya: bilang nggak tau + kasih cara lo mikir. Itu lebih bagus dari ngarang.
Pertanyaan Teknis: PPIC
1. "Apa yang lo tau tentang PPIC?"
Jawaban: "PPIC itu Production Planning and Inventory Control. Tim yang memastikan produksi sesuai jadwal, stok bahan baku cukup, dan barang jadi tepat waktu dikirim. Tools utama: MPS (Master Production Schedule), MRP (Material Requirements Planning), dan forecasting."
2. "Apa itu MPS dan MRP?"
Jawaban: "MPS = Master Production Schedule — jadwal produksi berdasarkan demand. MRP = Material Requirements Planning — hitung kebutuhan bahan baku berdasarkan MPS + lead time supplier. MPS bilang 'produksi 1000 unit minggu depan.' MRP bilang 'butuh 500 kg bahan A, pesan sekarang karena lead time 5 hari.'"
3. "Gimana lo handle demand yang tiba-tiba naik 30%?"
Jawaban: "Pertama, cek safety stock cukup atau nggak. Kedua, hitung kapasitas mesin — bisa dikejar dengan overtime? Ketiga, cek lead time supplier — bisa PO tambahan? Keempat, kalau nggak cukup semua, escalate ke manajemen dengan data: 'Kita butuh X unit tambahan, opsi A overtime (cost Rp Y), opsi B outsourcing (cost Rp Z).'"
4. "Apa itu safety stock dan gimana hitungnya?"
Jawaban: "Safety stock = stok buffer untuk antisipasi demand spike atau supply delay. Rumus dasar: Safety Stock = Z × σ × √L. Z = service level, σ = standar deviasi demand, L = lead time. Tapi di praktik, sering pakai rule of thumb: 1-2 minggu demand."
5. "Apa itu Schedule Adherence?"
Jawaban: "Persentase produksi yang selesai sesuai jadwal MPS. Formula: (Unit sesuai jadwal / Total unit direncanakan) × 100%. Target biasanya > 95%. Kalau rendah: ada masalah di kapasitas, material, atau maintenance."
Pertanyaan Teknis: Quality Control
6. "Apa itu 7QC Tools?"
Jawaban: "7 alat quality control: 1) Check Sheet — catat data, 2) Histogram — distribusi data, 3) Pareto Chart — 80/20, 4) Cause-Effect Diagram (Fishbone/Ishikawa) — cari akar masalah, 5) Scatter Diagram — korelasi, 6) Control Chart — monitor proses, 7) Stratification — kelompokkan data."
7. "Gimana lo handle reject rate yang naik?"
Jawaban: "Pertama, data: naik sejak kapan? Line mana? Jenis reject apa? Kedua, analisis: pakai Pareto buat tau 80% reject dari mana. Ketiga, root cause: pakai 5 Whys atau Fishbone. Keempat, corrective action: perbaiki akar masalah. Kelima, monitor: cek apakah reject turun setelah perbaikan."
8. "Apa itu SPC (Statistical Process Control)?"
Jawaban: "SPC = menggunakan statistik untuk monitor proses. Control chart: ada UCL (Upper Control Limit) dan LCL (Lower Control Limit). Kalau data point di luar limit → proses out of control → perlu investigasi. Bukan cuma cek spec, tapi cek apakah proses stabil."
9. "Apa beda QC dan QA?"
Jawaban: "QC (Quality Control) = deteksi defect di produk. Inspection, testing, sorting. QA (Quality Assurance) = cegah defect di proses. SOP, training, system. QC = reaktif. QA = preventif. Yang terbaik: QA dulu, QC sebagai safety net."
10. "Apa itu OEE dan gimana hitungnya?"
Jawaban: "OEE = Overall Equipment Effectiveness. Formula: Availability × Performance × Quality. Contoh: Availability 90% × Performance 95% × Quality 98% = OEE 83.7%. World class: > 85%. Kalau OEE rendah: cek mana yang paling rendah — itu yang harus diperbaiki duluan."
Pertanyaan Teknis: Production & Process
11. "Apa itu Lean Manufacturing?"
Jawaban: "Filosofi: buang semua yang nggak nambah value (waste/muda). 7 waste: overproduction, waiting, transport, overprocessing, inventory, motion, defects. Tools: 5S, Kaizen, Value Stream Mapping, Kanban. Tujuan: lebih cepat, lebih murah, lebih bagus."
12. "Apa itu Six Sigma?"
Jawaban: "Metode improvement: DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Target: 3.4 defect per million opportunities (DPMO). Level: Yellow Belt (basic), Green Belt (project), Black Belt (expert). Di Indonesia: banyak perusahaan manufaktur pakai ini."
13. "Jelaskan Value Stream Mapping."
Jawaban: "Mapping semua langkah dari bahan baku sampai ke customer. Identifikasi: mana yang value-added (customer bayar untuk ini) vs non-value-added (waste). Contoh: inspection = non-value-added tapi necessary. Waiting = pure waste. Dari VSM, kita bikin future state map yang lebih lean."
14. "Gimana lo ngitung cycle time?"
Jawaban: "Cycle time = waktu dari mulai produksi sampe selesai 1 unit. Cara: stopwatch, catat 10-20 cycle, hitung rata-rata. Penting karena: cycle time menentukan throughput. Kalau cycle time 2 menit/unit → kapasitas 30 unit/jam."
15. "Apa itu Line Balancing?"
Jawaban: "Distribusi workload yang merata di semua workstation di line produksi. Kalau workstation A butuh 3 menit tapi workstation B butuh 5 menit → B jadi bottleneck. Solusi: pindahkan sebagian task dari B ke A, atau tambah workstation B."
Pertanyaan Teknis: Supply Chain
16. "Apa itu Lead Time dan kenapa penting?"
Jawaban: "Lead time = waktu dari order sampai barang diterima. Penting karena: kalau lead time 7 hari tapi lo baru order saat stok tinggal 3 hari → stockout. Makanya perlu safety stock dan planning yang akurat."
17. "Apa itu FIFO dan FEFO?"
Jawaban: "FIFO = First In First Out. Barang yang masuk duluan, keluar duluan. Untuk hindari expired. FEFO = First Expired First Out. Barang yang expired duluan, keluar duluan. Lebih strict dari FIFO. Penting di F&B dan pharma."
18. "Gimana lo handle supplier yang sering telat?"
Jawaban: "Pertama, data: track delivery performance setiap supplier. Kedua, komunikasi: sharing data ke supplier, bikin action plan. Ketiga, mitigasi: cari backup supplier. Keempat, kalau persisten: escalate ke procurement untuk review kontrak atau ganti supplier."
Pertanyaan Behavioral (IE-Specific)
19. "Ceritain improvement yang pernah lo lakuin."
Jawaban (STAR): "S (konteks): Waktu magang, line produksi punya reject rate tinggi. T (tugas): Saya harus cari root cause. A (aksi): Saya pull data 3 bulan, bikin Pareto, nemu 80% reject dari 2 jenis. Saya Fishbone analysis, root cause-nya kalibrasi mesin. R (hasil): Setelah kalibrasi, reject turun dari 2.8% ke 1.4%, saving Rp 47 juta/bulan."
20. "Gimana lo handle konflik sama operator produksi?"
Jawaban: "Operator sering resisten sama perubahan karena mereka udah biasa cara lama. Yang saya lakuin: 1) Dengarkan concern mereka, 2) Jelasin kenapa perubahan penting dengan data, 3) Latih mereka, 4) Monitor dan kasih feedback. Nggak pernah memaksa — tapi konsisten."
Cheat Sheet: Rumus yang Sering Ditanya
| Rumus | Formula | Contoh |
|-------|---------|--------|
| OEE | Availability × Performance × Quality | 90% × 95% × 98% = 83.7% |
| Reject Rate | (Reject / Total) × 100% | (50/1000) × 100% = 5% |
| Cycle Time | Total time / Units produced | 60 min / 30 units = 2 min/unit |
| Takt Time | Available time / Customer demand | 480 min / 240 units = 2 min/unit |
| Throughput | 1 / Cycle time | 1/2 min = 30 units/hour |
| Safety Stock | Z × σ × √L | 1.65 × 100 × √5 = 369 units |
| Inventory Turnover | COGS / Avg Inventory | 1B / 200M = 5x/year |
Audit CV lo gratis di jalursamping.com